Kawi Sastra Mandala adalah sebuah inisiatif penerbitan dan gerakan literasi yang berfokus pada alih bahasa, alih aksara, dan pemaknaan ulang naskah-naskah klasik Nusantara, khususnya lontar-lontar berbahasa Kawi, Bali, dan Sanskerta, agar dapat dibaca, dipahami, dan dihayati oleh generasi masa kini.
Berangkat dari keyakinan bahwa warisan sastra klasik bukan milik masa lalu semata, Kawi Sastra Mandala hadir sebagai jembatan antara kebijaksanaan leluhur dan kebutuhan intelektual, spiritual, serta kultural masyarakat modern.
Jati Diri dan Visi
Kami memandang naskah lontar bukan sekadar artefak sejarah, melainkan sumber pengetahuan hidup yang mengandung nilai dharma, etika, kepemimpinan, spiritualitas, dan kebudayaan.
Visi kami adalah:
Menjadi pusat penerbitan dan literasi sastra klasik Nusantara yang kontekstual, membumi, dan relevan bagi generasi masa kini.
Misi Kawi Sastra Mandala
- Melestarikan naskah klasik Nusantara melalui alih aksara dan alih bahasa yang setia pada sumber, namun nyaman dibaca.
- Menghadirkan buku-buku bermutu yang menjembatani teks klasik dengan konteks kehidupan modern.
- Mendukung para manggala upakara (pedanda, pinandita, pemangku, pandita) serta pendidik dan masyarakat umum dengan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Menumbuhkan budaya membaca dan memahami lontar, bukan hanya melafalkan atau mengutipnya.
- Mengembangkan literasi berbasis nilai-nilai kearifan lokal, sebagai fondasi karakter dan spiritualitas.
Bidang Karya dan Publikasi
Kawi Sastra Mandala menerbitkan dan mengembangkan karya dalam bidang:
- Alih bahasa dan kajian lontar-lontar klasik (Kusuma Dewa, Dwijendra Tattwa, Siwa Sasana, dan lainnya)
- Teks-teks Upanishad dan filsafat Hindu dalam bahasa Indonesia kontekstual
- Buku pengayaan spiritual, etika, dan budaya
- Karya literasi untuk pendidik, tokoh adat, tokoh agama, dan generasi muda
- Setiap buku disusun dengan pendekatan filologis yang bertanggung jawab, sekaligus naratif yang mengalir, agar teks klasik tidak terasa jauh dan kaku.
Nilai yang Kami Junjung
- Satya (Kejujuran ilmiah) – setia pada sumber naskah
- Bhakti (Pengabdian) – berkarya sebagai bentuk pelayanan budaya
- Jnana (Pengetahuan) – mendorong pemahaman, bukan sekadar hafalan
- Kontekstualitas – menghubungkan masa lalu dengan realitas kini
Untuk Siapa Kawi Sastra Mandala
Karya-karya kami ditujukan bagi:
- Pedanda, pinandita, pemangku, dan pandita
- Pengurus pura, desa adat, dan lembaga keumatan
- Guru, siswa, dan pemerhati budaya
- Masyarakat umum yang ingin memahami akar spiritual dan budaya Nusantara
Penutup
Di tengah arus digital dan perubahan zaman, Kawi Sastra Mandala berikhtiar menjaga nyala pengetahuan leluhur agar tetap hidup—tidak hanya disimpan, tetapi dibaca, dipahami, dan dihidupi.
Merawat aksara, menjaga makna, menumbuhkan kesadaran.
